5 Rekomendasi Novel Jepang Untuk Pembaca Pemula Indonesia oleh Felix Martua

Posted on

Mulai dari kisah time travel, romansa berlatar The Beatles, dan tentu saja: Osamu Dazai

Periode karantina diri ini patut dimaknai secara positif. Kini kita semua memiliki kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru yang mungkin tidak pernah terpikirkan di kala biasa. Salah satu ide yang bisa dicoba adalah berkenalan dengan literatur pop Jepang (yang bukan sekedar manga dan light novel).

Kesusasteraan pop Jepang telah mengukuhkan eksistensinya sebagai salah satu subgenre literatur yang paling diminati di seluruh dunia. Karya-karya yang dirilis novelis kontemporer Jepang kerap kali mudah untuk dipahami, lebih mengedepankan narasi daripada deskripsi (alias tidak banyak paragraf basa-basi), dan sering mengeksplor karakter dan kejiwaan para karakternya.

Bagi pembaca Indonesia yang ingin berkenalan dengan novel Jepang, berikut adalah lima rekomendasi yang paling cocok buat kalian.

  1. Before the Coffee Gets Cold (2015)

  • Penulis: Toshikazu Kawaguchi
  • Judul Asli: コーヒーが冷めないうちに
  • Tebal: 208 halaman
  • Pertama kali terbit: 6 Desember 2015
  • Genre: Drama, Comedy, Romance, Time Travel

Apabila harus memilih, rasa-rasanya Before the Coffee Gets Cold adalah novel Jepang pertama yang paling cocok dinikmati pembaca pemula Indonesia. Pertama, novelnya sendiri tidak terlalu tebal. Kedua, novel ini tidak mengandung terlalu banyak elemen basa-basi yang cenderung membuat pembaca pemula kewalahan. Ketiga, plotnya sangat menarik bahkan bagi orang yang jarang membaca novel.

Before the Coffee Gets Cold merupakan koleksi empat kisah mengenai para pengunjung dan para patron sebuah kafe mungil di Tokyo yang menyimpan rahasia nan magis–yakni memberikan kesempatan untuk kembali ke masa lalu ‘sebelum kopi di atas meja menjadi dingin’. Before the Coffee Gets Cold adalah novel yang unik, menyentuh, dan membuat pembaca semakin penasaran dengan novel-novel Jepang lain yang ada di luar sana.

  1. The Miracles of the Namiya General Store (2012)

  • Penulis: Keigo Higashino
  • Judul Asli: ナミヤ雑貨店の奇蹟
  • Tebal: 320 halaman
  • Pertama kali terbit: 28 Maret 2012
  • Genre: Drama, Time Travel

Bila pembaca jatuh cinta dengan Before the Coffee Gets Cold, maka hampir pasti pembaca pasti juga akan menyukai The Miracles of the Namiya General Store. Novel yang satu ini juga memiliki elemen time travel namun dengan pendekatan yang lebih melankolis.

The Miracles of the Namiya General Store mengisahkan tentang tiga berandalan yang sedang bersembunyi di dalam toko tua yang terbengkalai–untuk kemudian mendapati berbagai macam surat yang dikirimkan dari masa lalu ke masa kini. Setiap surat menyibak kisah hidup pengirimnya yang penuh warna dan tidak kalah mengharukan. Bagi yang ingin sesekali meneteskan air mata, The Miracles of the Namiya General Store adalah bacaan paling ideal.

  1. Convenience Store Woman (2016)

  • Penulis: Sayaka Murata
  • Judul Asli: コンビニ人間
  • Tebal: 163 halaman
  • Pertama kali terbit: 27 Juli 2016
  • Genre: Dark Comedy, Psychological

Bila pembaca sudah menuntaskan dua novel pertama, mungkin itu artinya pembaca sudah siap untuk mencoba novel dengan gaya dan genre yang lebih radikal. 

Convenience Store Woman adalah novel yang relatif tipis. Akan tetapi, novel ini berhasil meroket menjadi international bestseller berkat plotnya yang sangat sederhana namun dikemas dengan liar–mengisahkan tentang seorang wanita berusia 36 tahun yang amat, sangat, terlalu mencintai pekerjaannya sebagai karyawan minimarket lokal. Kadang lucu dan kadang menakutkan, Convenience Store Woman juga menjadi analisis kritis sang novelis mengenai feminisme dan perekonomian Jepang di era globalisasi.

  1. Norwegian Wood (1987)

  • Penulis: Haruki Murakami
  • Judul Asli: ノルウェイの森
  • Tebal: 296 halaman
  • Pertama kali terbit: 4 September 1987
  • Genre: Drama, Romance, Historical

Bila kalian sudah mencapai titik ini, maka kini kalian siap untuk menikmati dan mengapresiasi salah satu karya novelis kontemporer paling termahsyur di Negeri Bunga Sakura: Haruki Murakami. 

Beliau sendiri telah merilis banyak sekali novel, akan tetapi Norwegian Wood bisa dikatakan sebagai novel Haruki Murakami yang paling mudah dipahami dan paling beraliran mainstream. Kisahnya sendiri mengenai cinta segitiga berlatar puncak popularitas The Beatles kala dekade 60-an yang turut membahas topik nan kompleks seperti melankolia, duka, dan maut. Sebelum kalian menceburkan diri ke dalam karya-karya Murakami yang lebih legendaris (seperti Kafka by the Shore dan 1Q84), ada baiknya kalian memulai terlebih dahulu dengan Norwegian Wood.

  1. No Longer Human (1948)

  • Penulis: Osamu Dazai
  • Judul Asli: 人間失格
  • Tebal: 176 halaman
  • Pertama kali terbit: 25 Juli 1948
  • Genre: Drama, Tragedy, History

Terakhir namun sekaligus yang terpenting: Osamu Dazai. Kebalikan dari asumsi kaum awam, Osamu Dazai bukan sekedar karakter anime Bungou Stray Dogs. Kenyataannya, Osamu Dazai adalah salah satu novelis dan sastrawan termahsyur yang pernah dilahirkan Negeri Bunga Sakura yang reputasinya mungkin hanya bisa disaingi oleh Natsume Souseki. 

No Longer Human menceritakan tentang perjalanan hidup seorang lelaki yang mempercayai bahwa dirinya telah ‘gagal menjadi manusia’. Seperti yang bisa ditebak, No Longer Human adalah novel yang sangat gelap, disturbing, dan paling penting lagi: menakjubkan. Selamat! Kini Anda telah menjadi otaku novel kontemporer Jepang.

*Semua gambar disadur dari Goodreads.

—————————————————————————————————————-

TENTANG PENULIS

 

Felix Martua adalah seorang novelis, penulis, dan kontributor lepas berbasis di Kota Bogor, Jawa Barat. Selain mengerjakan proyek fiksi, Felix Martua turut mengulas topik seputar musik, film, seri, buku, novel, pop culture, dan isu sosial-budaya. Felix Martua bisa dihubungi via Instagram @felixmartuaofficial atau dengan mengirimkan email ke felixmartuaofficial@gmail.com

—————————————————————————————————————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *