Act-Age Hentikan Distribusi Manga, Batalkan Publikasi Volume 13

Posted on

Situs resmi Jump mengumumkan bahwa manga Act-Age” karya Tatsuya Matsuki dan Shiro Usazaki telah menghentikan distribusi manga, baik ke-12 volume fisik maupun secara bertahap di format digital.

Rencana publikasi volume ke-13 dan seterusnya juga dibatalkan. Begitu juga Act-Age Comic Calendar 2021 yang dijadwalkan rilis tanggal 4 September, Hadiah Kartu Tosho Kontes Foto NatsuComi 2020  (diganti dengan kartu dengan judul lain), 200 hadiah Rasetsujo Stage Play DVD-Box, dan Jump Shop 366-Day Sticker juga dihentikan.

Namun, Weekly Shonen Jump masih berencana untuk mengirimkan hadiah yang ditawarkan dalam majalah Weekly Shonen Jump edisi 21/22 dan 33/34 tahun ini dan Jump Giga 2020 Spring, serta 10 lencana logam hadiah yang didistribusikan secara acak yang ditawarkan dengan Pesanan Toko Karakter Jump. Pemesan dapat menelepon untuk membatalkan hadiah mereka jika mereka mau.

Saluran Youtube milik Jump seperti yang bisa kalian lihat di atas juga menghilangkan Yonagi dan memprivatkan video seri tersebut.

Pihak Editorial Jump telah mengungkap bahwa serialisasi tidak mungkin bisa berlanjut lagi. Bab 123 yang terbit pada edisi gabungan 36/37 akan menjadi bab terakhir seri. Ini adalah keputusan berat namun pihak Jump dan kreator sadar bahwa mereka memiliki tanggung jawab sosial yang perlu dipenuhi. Acara drama panggung juga dibatalkan.

Act-age adalah manga karangan Tatsuya Matsuki, yang digambar oleh Shiro Usazaki. Manga ini diserialisasikan di majalah manga mingguan Shonen Jump, mulai 22 Januari 2018. Shueisha telah menerbitkan manga ini hingga 12 jilid.

Tiga bab pertama dari manga ini juga langsung dirilis dalam bahasa Inggris oleh VIZ Media, di aplikasi digital Weekly Shonen Jump mereka. Act-age juga bisa dibaca secara gratis di aplikasi digital internasional resmi milik Shueisha, Manga Plus. Di mana kamu bisa membaca 3 bab pertama dan 3 bab terbarunya di sana dalam bahasa Inggris. Penerbit m&c! sudah menerbitkan manga ini di Indonesia.

Seri ini menceritakan tentang Kei Yonagi yang hidup tanpa orang tua bersama kedua adiknya. Melalui sebuah audisi sutradara Sumiji Kuroyama menyadari kalau Yonagi melakukan akting method secara alami. Dirinya lalu merekrut Yonagi untuk proyek pribadinya, sadar bahwa bakatnya harus diasah dengan baik melihat beban mental yang harus di bawa Yonagi untuk mendapat kemampuan akting ini bisa saja menghancurkan jiwanya.

Sumber: ANN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *