[Lirik+Terjemahan] Hinatazaka46 – Sekai ni wa Thank you! ga Afureteiru (Di Dunia Ini, Terima Kasih pun Meluap)

Posted on

Ano sora miageru to nazeka namida afure tomaranai

Nante utsukushii yuuhi da

Soshite boku wa koe wo agete shimau

Thank you, my life!

Thank you, mother!

Thank you, father!

Thank you, family!

Thank you, the Earth!

Thank you, friends!

Thank you, lovers!

Thank you, everybody!

Atto iu ma ni sugiteku

Jikan tte gainen ni oikosarete

Kyou to iu hi no suteki na keshiki wo minogashiteta

Kaze no naka ni kikoeru chikyuujou no sono koe wa

Taisetsu na nanika wo omoidasasete kureru

Dare wo aishiteiru ka? Dare wo taisetsu ni omou no ka?

Shiawase wa kono sekai no mieru basho ni arunda

Owari kaketa kono ichi nichi

Boku wa kansha shika nai

Goku shizen ni kuchi wo tsuitederu darou hitorigoto no you ni

Men to mukatte wa ienai mune no oku no sono kimochi

Futoshita toki ni hito wa dare mo shoujiki ni narunda

Araizarai hanasu ga ii

Sore wa dare mo omoi ataru darou

Thank you, my life!

Thank you, mother!

Thank you, father!

Thank you, family!

Thank you, the Earth!

Thank you, friends!

Thank you, lovers!

Thank you, everybody!

Omoide ni shiyou nante

Hitomi no naka ni tojikomeyou to shitatte

Yubi no sukima wo koboreru “ima” dake wa tomerarenai

Souzoushiku dareka to kanjou wo mukidashi ni shinagara

Jissai ni furete miru koto shika dekinainda

Nani wo mitsuketa no kai?

Nani wo eru koto ga dekita no kai?

Jinsei wa katappashi kara kiete itte shimaunda

Kioku nanka ate ni suru na

Ikiru to wa sou iu koto

Sou mawari kara tashika ni kikoeru darou

Genchou janainda

Dare mo jibun ga shiranai uchi ni tsubuyaiteru tte koto sa

Kono kuchibiru wa fushigi na kurai katte ni ugoiteru

Kami ni inori sasageru you ni

Boku ni sakebasete kure yo

Sarigenai kotoba no kaze ni natte

Ii koto bakari janai kono mori ni sae

Omoiyari no komorebi ga yurerunda

Itsumo dattara kidzuku koto nai

Ai no sono sonzai ga ippai

Ano sora miageru to nazeka namida afure tomaranai

Nante utsukushii yuuhi da

Soshite boku wa koe wo agete shimau

Goku shizen ni kuchi wo tsuitederu darou hitorigoto no you ni

Men to mukatte wa ienai mune no oku no sono kimochi

Futoshita toki ni hito wa dare mo shoujiki ni narunda

Araizarai hanasu ga ii

Sore wa dare mo omoi ataru darou

Thank you, my life!

Thank you, mother!

Thank you, father!

Thank you, family!

Thank you, the Earth!

Thank you, friends!

Thank you, lovers!

Thank you, everybody!

Dou demo ii you na futsuu no kotoba ga

Doushite konna ni boku ni hibiku no darou?

Thank you, every day!

あの空 見上げると なぜか涙 溢れ止まらない

なんて美しい夕陽だ

そして 僕は声を上げてしまう

Thank you, my life!

Thank you, mother!

Thank you, father!

Thank you, family!

Thank you, the Earth!

Thank you, friends!

Thank you, lovers!

Thank you, everybody!

あっと言う間に過ぎてく

時間って概念に追い越されて

今日という日の素敵な景色を見逃してた

風の中に聴こえる地球上のその声は

大切な何かを思い出させてくれる

誰を愛しているか? 誰を大切に想うのか?

しあわせはこの世界の見える場所にあるんだ

終わりかけたこの一日

僕は感謝しかない

ごく自然に口をついて出るだろう 独り言のように

面と向かっては言えない 胸の奥のその気持ち

ふとした瞬間(とき)に

人間(ひと)は誰も正直になるんだ

洗いざらい話すがいい

それは 誰も思い当たるだろう

Thank you, My life!

Thank you, Mother!

Thank you, Father!

Thank you, Family!

Thank you, the Earth!

Thank you, Friends!

Thank you, Lovers!

Thank you, Everybody!

思い出にしようなんて

瞳の中に閉じ込めようとしたって

指の隙間を零(こぼ)れる“今”だけは止められない

騒々しく誰かと感情を剥き出しにしながら

実際に触れてみることしかできないんだ

何を見つけたのかい?

何を得ることができたのかい?

人生は片っ端から消えて行ってしまうんだ

記憶なんか当てにするな

生きるとはそういうこと

そう周(まわ)りから確かに聴こえるだろう

幻聴じゃないんだ

誰も自分が知らないうちに 呟いてるってことさ

この唇は 不思議なくらい勝手に動いてる

神に祈り捧げるように

僕に叫ばせてくれよ

さりげない言葉の風になって

いいことばかりじゃないこの森にさえ

思いやりの木漏れ日が揺れるんだ

いつもだったら 気づくことない

愛のその存在がいっぱい

あの空 見上げると なぜか涙 溢れ止まらない

なんて美しい夕陽だ

そして 僕は声を上げてしまう

ごく自然に口をついて出るだろう 独り言のように

面と向かっては言えない 胸の奥のその気持ち

ふとした瞬間(とき)に 人間(ひと)は誰も正直になるんだ

洗いざらい話すがいい

それは 誰も思い当たるだろう

Thank you, My life!

Thank you, Mother!

Thank you, Father!

Thank you, Family!

Thank you, the Earth!

Thank you, Friends!

Thank you, Lovers!

Thank you, Everybody!

どうでもいいような普通の言葉が

どうしてこんなに僕に響くのだろう?

Thank you, every day!

INDONESIA:

Ketika melihat ke langit, entah kenapa air mataku tak dapat berhenti

Sungguh matahari terbenam yang indah

Kemudian aku meneriakkan suaraku dengan keras

Terima kasih, hidupku!

Terima kasih, ibu!

Terima kasih, ayah!

Terima kasih, keluarga!

Terima kasih, bumi!

Terima kasih, kawan!

Terima kasih, kekasih!

Terima kasih, semuanya!

Bagai berlalu dengan sekejap mata

Waktu diambil alih oleh angan-angan

Aku pun melewatkan pemandangan yang indah pada hari ini

Suara di atas bumi yang dapat terdengar dalam hembusan angin itu

Mengingatkanku tentang sesuatu yang berharga

Siapakah yang kucintai? Siapakah yang berharga bagiku?

Kebahagiaan ada di tempat dimana aku bisa melihat dunia ini

Dalam keseharian yang akan segera berakhir

Aku hanya bisa berterima kasih

Suara itu keluar dari mulut secara alami, iya kan? Bagaikan monolog

Perasaan di dalam hati yang tak bisa diungkapkan secara langsung

Di momen yang singkat itu, setiap manusia akan berkata dengan jujur

Lebih baik untuk berteriak dengan keras

Itulah yang terpikirkan oleh semua orang, iya kan?

Terima kasih, hidupku!

Terima kasih, ibu!

Terima kasih, ayah!

Terima kasih, keluarga!

Terima kasih, bumi!

Terima kasih, kawan!

Terima kasih, kekasih!

Terima kasih, semuanya!

“Mari kita membuat kenangan”

Meski aku mencoba untuk mengenangnya di mataku

Aku tak dapat menghentikan “masa kini” yang terselip di antara celah jariku

Ketika aku mengungkapkan perasaan yang berisik dengan seseorang

Pada akhirnya aku hanya bisa menyentuhnya saja

Apakah sesuatu yang dapat ditemukan?

Apakah sesuatu yang dapat kita terima?

Kehidupan ini seolah menghilang dari awal hingga akhir

Jangan terlalu mengandalkan kenangan

Begitulah bagaimana hidup seharusnya

Ya, kita dapat mendengarkannya dari sekitar kita

Itu bukanlah halusinasi

Itulah suara bisikan yang tak dapat diketahui olehku atau bajkan siapa pun

Dengan begitu misteriusnya, bibirku bergerak dengan sendirinya

Bagaikan berdo’a kepada Tuhan

Membuatku berteriak di sini

Semua menjadi angin kata-kata yang sederhana

Bahkan hutan ini tak hanya dipenuhi hal baik saja

Cahaya matahari dari belas kasih terlihat berayun

Selama ini, aku tak pernah menyadarinya

Ada keberadaan cinta yang begitu banyak

Ketika melihat ke langit, entah kenapa air mataku tak dapat berhenti

Sungguh matahari terbenam yang indah

Kemudian aku meneriakkan suaraku dengan keras

Suara itu keluar dari mulut secara alami, iya kan? Bagaikan monolog

Perasaan di dalam hati yang tak bisa diungkapkan secara langsung

Di momen yang singkat itu, setiap manusia akan berkata dengan jujur

Lebih baik untuk berteriak dengan keras

Itulah yang terpikirkan oleh semua orang, iya kan?

Terima kasih, hidupku!

Terima kasih, ibu!

Terima kasih, ayah!

Terima kasih, keluarga!

Terima kasih, bumi!

Terima kasih, kawan!

Terima kasih, kekasih!

Terima kasih, semuanya!

Kata-kata sederhana yang sebenarnya terlihat remeh

Kenapa ia dapat bergema di dalam hatiku sebanyak ini?

Terima kasih, setiap hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *