[Review] Hataraku Saibou

Posted on

Menjadi salah satu anime paling banyak menarik perhatian ummat pada musim summer tahun ini menjadikan tingkat popularitas “Hataraku Saibou” semakin menggurita di berbagai komunitas. Pastinya kalian jadi semakin penasaran, seperti apa sih? bagusnya anime tentang sel tubuh?.

Sebagai admin baru di sini yang masih bau kencur dan langsung mendapat mandat untuk mengisi rubik review yang super cetar membahana, membuat saya merasa minder dengan kualitas tulisan saya kedepannya, tapi yaaa… seperti kata pepatah “learning by doing” menjadi bahan bakar penggerak jari-jari pucat ini untuk terus menulis.

Keunikan Konsep Cerita yang Diangkat

Penasaran gak sih? apa jadinya oksigen yang kita hirup sehari-hari dalam tubuh kita? jika kamu tidak sering tidur saat jam pelajaran biologi di sekolah pastinya pertanyaan ini enteng-enteng saja, lalu gimana jika memang gak milih jurusan dari mata pelajaran terkait? pastinya… pertnyaan ini tidak semudah membalikkan telapak kaki.

Bagian dalam tubuh kita beda tipis dengan RT di kota saya

Dari judulnya saja “Cells at Work!” sudah teramat jelas kalau anime satu ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari para sel dalam tubuh kita yang jumlahnya triliunan, karena kehidupan sehari-hari manusia sudah terlalu mainstream untuk di bahas. Fokus cerita anime ini lebih terpusat pada sel darah khususnya sel darah merah yang jadi tokoh utama untuk seri ini.

Anime ini bisa jadi bahan edukasi yang baik mengingat kurangnya anime berfaedah yang rilis belakangan ini, penonton akan diajak untuk mengenal lebih dalam mengenai sirkulasi darah dalam tubuh kita dengan karakter yang mungkin beberapa diantaranya siap jadi stok waifu buat kalian, (waifu kok sel darah?) dan mampu membuat kaum nolep untuk keluar dari gaya hidup yang sering bertapa di depan perangkat elektronik untuk semakin menghargai jasa para pahlawan mikroskopik dalam tubuh masing-masing.

Setahu saya anime ini arilis dalam 13 episode, meskipun terbilang standar dari kuantitas untuk membahas segala macam lika liku mekanisme sel dalam tubuh yang mengigatnya saja bisa membuat kepala kita berasap, namun kualitas dari jalan cerita anime ini terbilng cukup padat meskipun masih diwarnai segala macam drama sebagai peremis agar kita tidak merasa kembali duduk di bangku sekolah. Pokoknya mampu lah, sebagai sebuah anime untuk jadi guru biologi dadakan.

Desain Karakter yang Menyerupai Kondisi Aslinya

Penggambaran dari karakter yang mewakili masing masing sel terasa sesuai dengan kondsi sel yang sebenarnya, kecuali jika kamu melihat dari sudut pandang yang sangat teramat logis, sudah jelas gak bakalan nyambung. Visualisasi kerja keras dari setiap sel seperti, sel darah merah dalam mengantar oksigen dan nutrisi, sel darah putih dalam bergulat melawan bakteri dan virus yang berupa-rupa sifatnya dan sel trombosit dalam memancarkan aura moe level diabetes, melebihi tugas utamanya sebagai pembeku darah jika terjadi luka pada pembuluh darah, ingat kan? berapa lama umur sel trombosit?.

anone-anone~

Meskipun sering muncul narasi pada setiap adegan yang kental akan unsur biologi, menurut saya pribadi, penempatan narasi terasa kurang tepat sasaran dan terasa seperti menyimak presentase cara kerja sel dalam tubuh, tapi nggak terlalu berpengaruh pada kualitas materi yang disampaikan, karena hanya secuil dari total cerita, walaupun penempatan narasi ini perlu ada, mestinya Suzuki Kenichi selaku sutradara bisa lebih ber-orientasi pada visualisasi permasalahan sel dan kawan-kawan, tapi nggak ngaruh amat kok.

Verdict: Encerkan Otak/8.0

Apa alasan anime ini begitu booming saat peluncurannya? di pertengahan seri anime ini saya bisa cukup memahami apa yang coba disampaikan pengarang kepada penonton, saya sendiri berhasil dibuat peduli pada triliunan sel yang bermukim di dalam tubuh kumal ini, setelah nonton anime ini, nyamuk bisa jadi momok tersendiri karena berusaha menculik sel darah yang sudah di moefikasi dalam pikiran saya, perlindungan ganda menjadi solusi mutakhir terhadap ancaman kejahatan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Sirkulasi darah itu “sangat” menyenangkan

Jika tulisan ini terasa kurang sesuai dengan ekspektasi pembaca sekalian, saya mohon maaf, berhubung saya sebagai penulis baru yang masih hijau di sini dan sedikit anime dengan tema seperti ini yang pernah saya nonton, semoga ini menjadi anime biologi pertama dan terakhir yang pernah saya nonton.

Kaptain

Anime yang gampang populer karena aman dikonsumsi siapapun. Nggak cuma mendidik penonton agar paham fungsi tubuh, tapi juga bisa ngebuat kita lebih peduli untuk ngasih lingkungan kerja yang lebih sehat buat para sel. Cuma untuk yang terakhir itu saya rasa spin-off Black bakal lebih efektif dalam ngajarinnya.

Cuma sayang aja kadang kualitas produksinya suka turun. Seperti saat di episode Monocyte (yang malah kayak episode recap) dan Kanker (yang aksinya kebanyakan dari gambar statis). Namun di 13 episode yang ditayangkannya, Hataraku Saibou itu seri yang mudah disukai, dan untuk sebuah seri edukasional itu adalah berkah terbesarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *